RSS Feed

Program Mendapatkan Nilai Rata-rata pada Java

Posted by Restiyanti Labels: , ,

Buatlah program yang menghasilkan output nilai rata-rata dari tiga angka. Nilai dari masing-masing tiga angka tersebut adalah 10, 20 dan 45. Tampilan Output yang diharapkan adalah,
number 1 = 10
number 2 = 20
number 3 = 45
Rata-rata = 25

Listing program:
public class rata_rata {
public static void main(String[]args){
 int a = 10, b = 20, c =45;
 int rata;
 rata = (a+b+c)/3;
 System.out.println("number 1 = "+a);
 System.out.println("number 2 = "+b);
 System.out.println("number 3 = "+c);
 System.out.println("Rata-rata = "+rata);
}
}

Output program:

Bahasa Indonesia 2

Posted by Restiyanti Labels:


1.      a.  Jelaskan perbedaan topik, tema, dan judul!

  • Topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan.
  • Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan atau karangan yang akan disusun.
  • Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi).
b. Jelaskan ciri-ciri ketiga hal tersebut!
  • Ciri-ciri topik: bersifat umum, belum menggambarkan sudut pandang penulis.
  • Ciri-ciri tema: bersifat lebif spesifik dan terarah dalam membahas suatu permasalahan, telah menggambarkan sudut pandang penulis
  • Ciri-ciri judul:
  1. Harus berbentuk frasa 
  2. Tanpa adanya singkatan atau akronim
  3. Awalan kata harus huruf kapital, kecuali preposisi dan konjungsi
  4. Tanpa tanda baca di akhir judul
  5. Menarik perhatian
  6. Logis
  7. Sesuai dengan isi
  8. Judul harus asli, relevan, proaktif, dan singkat.
2.      a. Bagaimana langkah-langkah membuat outline!
  • Langkah pertama, merumuskan tema yang jelas berdasarkan topik dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tersebut.
  • Langkah kedua, mengumpulkan topik-topik yang dianggap merupakan rincian dari tesis atau pengungkapan maksud tersebut.
  • Langkah ketiga, mengadakan evaluasi semua topik bawahan yang telah dikumpulkan.
  • Untuk mendapatkan sebuah kerangka karangan yang sangat rinci maka langkah kedua dan ketiga dikerjakan berulang-ulang untuk menyusun topok-topik yang lebih rendah tingkatannya.
  • Sesudah semuanya siap masih harus dilakukan langkah yang terakhir, yaitu menentukan sebuah pola susunan yang palin sesuai untuk mengurutkan semua rincian dari tesis.
b. Sebutkan dan jelaskan macam-macam outline!
  • Outline dengan pola ilustratif: arah pembicaraan menurut pola ini adalah dari umum kepada yang khusus.
  • Outline dengan pola analitis: arah pola pembicaraan ini berkembang dengan sifat topik yang memiliki banyak unit dalam satu kesatuan dengan urutan metode klasifikasi, proses dan analisis sebab akibat outline dengan pola argumentasi: dipergunakan dalam menyusun evidensi, arah pembahasan menurut pola ini ialah dari evidensi sebagai premis kepada kesimpulan.
3.     a. Bagaimana cara pembatasan topik?
  •       Menurut tempat
  •       Menurut waktu
  •       Menurut hubungan sebab-akibat
  •       Menurut pembagian bidang kehidupan manusia
  •       Menurut aspek khusus-umum
  •       Menurut objek materi dan objek formal
    b. Jelaskan ciri-ciri kalimat utama dan kalimat penjelas!
    • Kalimat utama atau pikiran utama merupakan dasar dari pengembangan  suatu paragraf karena kalimat utama merupakan kalimat yang mengandung pikiran utama. Keberadaan kalimat utama itu bisa di awal paragraf, diakhir paragraf atau pun diawal dan akhir paragraf.
    • Kalimat penjelas merupakan kalimat yang berfungsi sebagai penjelas dari gagasan utama. Kalimat penjelas merupakan kalimat yang berisisi gagasan penjelas.
    c. Sebutkan dan jelaskan macam-macam alenia!
    • Eksposisi: berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi.
    • Argumentasi: bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/kesimpulan dengan data/fakta konsep sebagai alasan/bukti.
    • Deskripsi: berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengar hal tersebut. 
    • Persuasi: karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu.
    • Narasi: karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan imajinasi.

    Paragraf atau Alenia

    Posted by Restiyanti Labels: ,


    A.    Pengertian Paragraf

    Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat menjadi paragraph, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan kepaduan. Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam paragraf membicarakan satu gagasan(gagasan tunggal). Kepaduan berarti seluruh kalimat dalam paragraf itu kompak, saling berkaitan mendukung gagasan tunggal paragraf.
    Dalam kenyataannya kadang-kadang kita menemukan alinea yang hanya terdiri atas satu kalimat, dan hal itu memang dimungkinkan. Namun, dalam pembahasan ini wujud alinea semacam itu dianggap sebagai pengecualian karena disamping bentuknya yang kurang ideal jika ditinjau dari segi komposisi, alinea semacam itu jarang dipakai dalam tulisan ilmiah. Paragraf diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari sudut pandang komposisi, pembicaraan tentang paragraf sebenarnya ssudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab formal yang sederhana boeh saja hanya terdiri dari satu paragraf. Jadi, tanpa kemampuan menyusun paragraf, tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.

    Bagian-bagian paragraf
    Pada umumnya alinea terdiri atas lebih dari satu kalimat. Atau dapat dikatakan bahwa alinea pada umumnya terdiri atas beberapa kalimat. Dari fungsi dan kandungannya, kalimat dalam alinea dapat dipilah-pilah menjadi kalimat topik, kalimat pengembangan, kalimat penutup, dan kalimat penghubung.

    Tujuan pembentukan paragraf
    1.      Memudahkan pengertian dan pemahaman terhadap satu tema
    2.      Memisahkan dan menegaskan perhentian secara wajar dan normal

    Bahasa Indonesia 1

    Posted by Restiyanti Labels:

    1.    Jelaskan yang menyebabkan ragam bahasa, dan berikan contohnya!
    Ada banyak yang menyebabkan ragam bahasa, antara lain menurut pemakaian, menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, dan orang yang dibicarakan mempengaruhi ragam bahasa. Selain itu banyaknya suku yang terdapat di Indonesia, dengan kata lain ragam bahasa terjadi akibat letak geografis dimana mereka tinggal atau berasal. 
    Sebagai contoh, ragam lisan suku Jawa akan berbeda dengan suku Batak. Orang yang berasal dari suku sesama suku Jawa akan dengan mudah melalukan perbincangan. Namun orang yang dari suku Batak belum tentu mengerti apa yang diperbincangkan oleh orang yang berasal dari suku Jawa.

    2.   Jelaskan perbebedaan istilah umum dan khusus dalam penggunaan wacana!
    Istilah umum ialah istilah yang dipakai secara luas dalam kehidupan sehari-hari menjadi unsur kosa kata bahasa umum. Sedangkan, istilah khusus ialah istilah yang maknanya terbatas dan biasanya jarang dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
    Misalnya saja saat kita membaca buku kesehatan terdapat kata atau istilah kedokteran seperti “hipertensi” yang merupakan kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis. Masyarakat umum belum tentu mengetahui apa itu hipertensi.

    3.    Jelaskan pola kalimat dalam Bahasa Indonesia!
    Pola kalimat Bahasa Indonesia terdiri dari subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K). Kalimat dasar memiliki satu struktur klausa dengan pola SP, SPK, SPO, SP Pel, SPO Pel, dan SPOK.

    4.    Jelaskan syarat-syarat kalimat efektif!
    Kalimat akan disebut sebagai kalimat efektif apabila secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya. Selain juga dapat mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.

    Referensi:
    Ali, Lukman dkk. 1991. Petunjuk Praktis Berbahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

    Ragam Bahasa

    Posted by Restiyanti Labels: ,

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A.    Latar Belakang
    Bahasa Indonesia merupakan bahasa ibu dari bangsa Indonesia yang sudah dipakai oleh masyarakat Indonesia sejak dahulu jauh sebelum Belanda menjajah Indonesia, namun tidak semua orang menggunakan tata cara atau aturan-aturan yang benar, salah satunya pada penggunaan bahasa Indonesia itu sendiri yang tidak sesuai dengan Ejaan maupun Kamus Besar Bahasa Indonesia oleh karena itu pengetahuan tentang ragam bahasa cukup penting untuk mempelajari bahasa Indonesia secara menyeluruh yang akhirnya bisa diterapkan dan dapat digunakan dengan baik dan benar sehingga identitas kita sebagai bangsa Indonesia tidak akan hilang.
    Bahasa Indonesia perlu dipelajari oleh semua lapisan masyrakat. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa saja, tetapi semua warga Indonesia wajib mempelajari bahasa Indonesia. Dalam bahasan bahasa Indonesia itu ada yang disebut ragam bahasa. Dimana ragam bahasa merupakan variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda. Ada ragam bahasa lisan dan ada ragam bahasa tulisan. Disini yang lebih lebih ditekankan adalah ragam bahasa lisan , karena lebih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan ngobrol, puisi, pidato,ceramah,dll.
    Pidato sering digunakan dalam acara-acara resmi. Misalnya pidato pesiden, pidato dari ketua OSIS, ataupun pidato dari pembina upacara. Sistematika dalam pidato pun hendaklah dipahami betul-betul. Agar pidato yang disampaikan sesuai dengan kaidah yang benar. Pidato sama halnya denan ceramah. Hanya saja ceramah lebih membahas tentang keagamaan.kalau pidato lebih umum dan bisa digunakan dalam banyak acara.